Senin, 05 Desember 2022

"SIAPA DIA?" (Part 3)

 "SIAPA DIA?" (Part 3)

           Sudah akhir pekan saja ini. Ternyata waktu berputar begitu cepat. Seakan enggan untuk kembali ke masa lalu, meninggalkan kemarin yang penuh cerita. 

        "Bunda, sebentar nanti extra learning ya?" Kata Bu Siti. 

        "Iya nich, hampir saya lupa. Terima Kasih sudah mengingatkan." 

         "Ada bekal atau tidak nich? Kaka ada bawa kue pisang, kalau mau yuk  kita ke ruang TU." 

         "Oke, baiklah. Terima Kasih lagi Kakakku sayang." 

          Kaka Siti Nuridha namanya. Orangnya kecil, imut dan manis. Umurnya sekitar 40an, namun kelihatan awet muda maklum masih ting-ting. 

Meskipun begitu Kaka Siti adalah orang yang paling mengerti dengan keadaan kami. Tempat ternyaman untuk curhat dan berkeluh kesah. Pekerjaan utamanya adalah mengurus administrasi surat menyurat di sekolah. Bersama dengan BuDes dan Nona Shella mereka berkolaborasi. Ditambah Om Monches, sebagai body guard TU. 

        ."Hari ini kamu  bersama Nona Tasya kan yang akan extra?",kata Kak Siti. 

         "Iya Kak, kami berdua saja ".

         "Tinggal sekali pertemuan selesai untuk semester ini, balasku.Namun tiba-tiba, Kaka ee, sambalnya koq pedas sekali. Berapa lombok nii??? Saya tidak sanggup lagi ini terlalu, amat sangat."..

   "Hhhhmm baru segitu saja sudah kepedasan. Lomboknya cuma 10 saja, plus tomat dan belimbing. "        " Kaka, Kaka, cuma 10 nah. Ini air mata su ke luar terus niii. Orang pikir ada menangis, ternyata semua karena sambal. "

          "Eh, sudahlah. Minum air putih sana. Nanti anak-anak lihat pasti jadi pertanyaan."

        "Saya pun segera menyambar botol minuman plastik yang ada di atas meja. Huuuhhhah ..huuhhaash .. kepedasan. Kaka Siti cuma tertawa melihat tingkah laku saya ini. 

__________


___________________________________


             "Good afternoon,,class!"

              "Good afternoon, Mom. " 

              Bagaimana ada yang masih di luar? Atau ada yang sudah pulang?" kataku. 

      "Pulang Bu, mereka lapar dan mengantuk katanya." 

        "Baiklah,, kita akan melangkah pelajaran kita hari ini. Ada yang mau bertanya atau mengalami kesulitan pada materi tertentu bisa acungkan tangan. " 

              "Saya Bu, kata Ratri. Saya belum paham pada materi degree of comparison. Begini Bu, Apa perbedaan antara kata good dan better. Yang saya lihat iklan di televisi good time ya kopi dan ada biskui better. Koq bisa begitu Ibu?"

          "Baiklah. Sebenarnya Ibu mau bertanya degree of comparison itu apa?"

                "Tingkat perbandingan, Bu. "Axel siswa yang  tergolong berada di sekolah. Ayahnya anggota legislatif di DPRD KABUPATEN, agak sedikit angkuh tapi baik hati. 

          "Good Axel."  Ada berapa tingkat perbandingan yang kalian tahu?

                Saya Bu, Ada 3 Positif, comparatif dan superlatif, balas Deril. Ia merupakan cucu dari salah seorang tokoh politik. Biasa -biasa saja.

         "Excellent, Deril. Thank you. Semuanya give your applaus to them Axel and Deril. 

     "Inti dari DC adalah kata sifat atau adjective dan kata keterangan atau adverb. Kita harus mengingat atau menghafalkan kosa kata tersebut. 

          Ada yang bisa menyebutkan contoh kata sifat atau kata keterangan? Agatha, coba sebutkan 

        "Pretty, cheap, emm, beautiful and short...

               " Good Agata. Any other words?

              "Young, old, thick, lupa Bu, kata Leon

               Baiklah anak - anak, semua jawaban kalian itu benar. Ingat bahwa yang kita pelajari ini adalah bahasa asing, bahasa Inggris bahasa internasional. Jika ingin menguasai dunia kuasai salah satu bahasa dunia. Caranya kalian harus lebih banyak menghafal kosa kata nya. Setelah itu barulah belajar tentang grammar atau tata bahasanya. 

              "Kata sifat tersebut ada yang bersifat regular atau beraturan dan irregular yang artinya tidak beraturan.  Jika beraturan maka pada kalimat positif , comparatif dan superlatif kata dasar atau base-nya tidak berubah, hanya ada penambahan akhiran saja. Misalnya kata cheap (murah), positif tetap  cheap, comparatifnya ditambahkan akhiran -er menjadi cheaper than dan superlatifnya ada penambahan kata "the" di depan kata sifatnya dan ditambahkan akhiran -est menjadi the cheapest.  . 

           "Untuk kata good dan better, keduanya merupakan kata sifat yang tergolong dalam kelompok irregular. Artinya untuk bentuk positif, comparatif dan superlatifnya berbeda. 

             Good adalah bentuk positif, better comparatif dan the best adalah bentuk superlatifnya. Ada beberapa kata lain misalnya much, far, old dan lain lain. Nanti kalian bisa Googling penjelasannya lebih lanjut. 

            "Ibu, Elsa sakit badannya panas sekali,nich, kata Rana tiba-tiba. 

               "Mengapa bisa begitu eee, tadi kalian semua sudah makan siang kan?  Elsa, apa yang kamu rasakan, mual muntah atau pusing nak? "

                "Ibu, kepala sakit sekali dan sepertinya saya mau muntah. Tapi Bu...

Bruk. Elsa pun langsung pingsan di atas meja. Semua teman -teman sekelasnya pada panik. 

               "Ayo beri ruang bernapas untuk Elsa. Rani kamu dan Pritta, ke kantin minta tolong Mama Lea untuk buatkan teh panas. Kalian yang lain mari bantu ibu kita bawa Elsa ke ruangan UKS. "

              "Baik, Bu kata anak -anak serempak. 


______________________________________________


              "Saya di mana? Saya mau pulang. " 

Akhirnya Elsa pun siuman dari pingsannya. "Elsa, kamu itu tadi pingsan di kelas. Terus kamu kami  di bawa ke sini. Ayo bangun dan minum teh panasmu. Biar segar badanmu. "

             Rani, tadi di kantin ada siapa saja ? Guru -guru masih ada? " 

             "Tidak Bu, hanya Pak Rian dan Pak Hakim yang sedang bermain ping Pong . " Semua orang sepertinya sudah pulang", balas Rani. 

          

     "Elsa, bagaimana perasaanmu sekarang masih pusing?

             " Sudah agak mendingan, Bu. Hanya saya masih lemah saja." 

             "Baiklah, kamu istirahat dulu di sini. Sebentar lagi kakakmu sudah sampai. Ibu tadi sudah menelpon ke orang tua mu. Ibu kembali ke kelas dulu ya. Biar Rani yang menemanimu di sini.

               "Iya,Bu. 

______________________________________________

               'Anak-anak berhubung ada teman kalian yang sedang sakit. Extra learning hari ini ibu akhiri sampai di sini. Next week akan kita lanjutkan kembali. Untuk tugas di rumah kalian harus mengerjakan soal yang ada pada LKS.  Jika ada yang belum jelas atau dipahami bisa bertanya pada ibu kapan dan di mana saja. 

             

 

 

                          

Jumat, 02 Desember 2022

"SIAPA DIA" (Part 2)

 SIAPA DIA (part 2)


              Saya baru saja merapikan buku tugas siswa yang ada di atas meja. Kejadian kemarin masih terbayang di ingatan. Bu Zahwa sampai menelpon berulang kali untuk menanyakan hal tersebut. Saya sendiri pun masih bingung. Karena seumur hidup baru kali ini pingsan di sekolah. 

              Kejadian kemarin sangat sulit untuk diterima oleh akal sehat. Rasa penasaran dengan sosok perempuan yang kutemui masih jadi misteri. 

              "Bunda sudah sehat, koq pagi-pagi sudah datang, Pak Irwan Wakasek kurikulum menyapa.

            "Alhamdulillah, Pak. Saya baik - baik saja, kataku".

           "Oya Bu, kalau tidak sibuk. Boleh ya, menulis  beberapa ijazah. Ada siswa yang  mau ambil hari ini."

              "Baiklah Guru, balasku."

              Saya adalah seorang guru yang baru saja dimutasikan ke sekolah ini. Awalnya saya mengajar di SMA. Sebenarnya saya agak kaget ketika diberitahu akan dimutasi ke SMK. Secara belum paham sistem pembelajaran yang ada di sana.Yang saya tahu, para pelajar yang tamat dari SMA bisa lanjut kuliah di perguruan tinggi. Sedangkan SMK merupakan sekolah kejuruan yang mempersiapkan lulusannya untuk terjun langsung ke dunia kerja. 

                Seiring berjalannya waktu saya pun bisa memahami dan mulai menikmati peran sebagai guru di SMK. Kebetulan mata pelajaran yang saya ampu dimasukkan ke dalam kelompok adaptif. 

            Menurut cerita yang saya dengar dari teman - teman guru yang sudah lebih awal bekerja di sini. Katanya dulu tempat ini sering dipakai oleh orang Belanda untuk menyiksa kaum pribumi. Antara percaya dan tidak saya hanya memakluminya saja. 

            Pernah ada kejadian beberapa siswa perempuan yang pingsan berjamaah. Setelah sadar mereka hanya mengatakan pusing kepala dan selanjutnya tidak ingat apa-apa. 

           Ah sudahlah itu bukan urusan saya. Intinya saya hanya fokus mengajar dan mendidik saja. 

          "Bunda, tunggu sebentar katanya mau cerita penasaran nich", Bu Zalfa tiba-tiba muncul dan mengagetkanku. 

           "Sabar eee sayang, pasti saya akan ceritakan tapi bukan sekarang," balasku. Saya mau ke ruangannya Pak Irwan, biasa tulis ijazah. 

            "Oke, lanjut Bunda." 

___________________________________________________

             "Assalamualaikum, Pak Guru.  

              "Walaikumsalam, masuk. Oh , Bu Lina. Mari silahkan. Tunggu sebentar saya ambilkan blangko ijazah dan daftar nilainya biar Ibu langsung tulis." 

             "Pak Ir, sudah lama mengajar di sini? 

              "Memangnya kenapa Bu? "

              "Tidak juga, hanya ingin tahu saja."

                "Kejadian kemarin itu sungguh di luar dugaan saya Pak,. Koq bisa saya pingsan. Padahal sebelumnya saya tidak merasakan apa-apa. Apakah ini ada hubungannya dengan para siswi yang sering pingsan ya? 

               Sudah Ibu, tak usah dipikirkan. Ini blangko dan nilainya. Tetap fokus biar tidak salah dalam menulis. 

                "Ibu, saya pergi mengajar dulu. Nanti kalau sudah selesai simpan saja di dalam map kuning itu. 

                 Untuk mengatasi keheningan saya membuka murotal Ayatul Kursi melalui gawai. Ada perasaan aneh yang saya rasakan, tapi saya abaikan.    

              Ruang Wakasek kurikulum, terletak agak jauh dari semua ruang. Katanya biar Bapak Irwan lebih fokus mengurus jantungnya sekolah. 

             Tiba tiba saya dikejutkan oleh suara jatuhnya sesuatu di samping lemari. Begitu hendak saya meraihnya,. ada sesuatu yang sangat besar menabrak kursi tempat saya duduk. Seperti angin kencang dan menghilang di balik tembok. 

            Saya berusaha untuk menenangkan diri, sambil membaca surat surat pendek dalam Al Qur'an.  Lantunan ayat-ayat suci pun masih tetap terdengar dari gawaiku. 

            Tersisa satu ijazah untuk hari ini, nanti esok saya akan lanjutkan lagi. Entah mengapa saya tidak ingin melanjutkan  pekerjaan untuk hari ini.


Mebung, 3 Desember 2022

__________________________________________________


              

                


 



            

"SIAPA DIA?"

     

        Waktu menunjukkan pukul 10.00 WITA pagi. Tak ada aktivitas lain yang kukerjakan hari ini selain mengajar. Home phisick terhadap siswa yang bermasalah sudah kulakukan kemarin bersama rekan guru Bimbingan dan Konseling. 

          Ruang guru nampak sepi karena semua orang sedang berada di kelas dan ruang praktek jurusannya masing-masing. Pintu ruangan Kepala Sekolah pun tertutup kemungkinan beliau sedang ada urusan dinas ke luar. Di atas pintu terpasang badge Kepala Sekolah tidak ada. 

          Di seberang ada ruang Tata Usaha. Terdengar bunyi mesin fotocopy dan candaan para pegawai. Mereka sepertinya sedang membahas tentang situasi yang terjadi saat ini. Bisa dimaklumi meskipun perempuan ternyata mereka juga hobby sepak bola. 

          Sekedar informasi saat ini sedang dilaksanakan pertandingan "Piala Dunia" atau "Viva World Cup" di Qatar Uni Emirat Arab. Semua mata tertuju ke sana. Saya pun tidak terlalu suka dengan sepak bola, tetapi hanya memantau pertandingan yang berlangsung. 

          Kebetulan ke dua anak laki-laki dan suami adalah penggemar berat olahraga bola bundar Ini. Setiap malam kalau tidak terlalu capek mereka pasti nonton bareng jika tim negara kesayangannya bertanding. 

            Melihat situasi yang sepi seperti ini saya berniat untuk segera ke ruang kelas. Perasaan saya tiba- tiba tidak enak, tetapi saya berusaha untuk tetap tenang. Matahari semakin bertambah panas dan seolah membakar kulit, membuat langkahku jadi tidak bersemangat. Tak ada yang berhembus, suasana jadi hening dan mataku menjadi silau memandang ke lapangan.

          Dari kejauhan tampak beberapa orang siswa yang sedang bermain bola voli. Mereka begitu asyik bermain sampai tidak merasakan panasnya matahari. 

        Dengan langkah pasti saya langsung melangkahkan kaki menuju ke kelas 12 TKJ. Sepanjang perjalanan saya tidak menemukan satu orang pun siswa atau guru.  Tiba-tiba saya merasa ada yang aneh dan tak biasa.

         Semua berjalan melambat dan berhenti. Begitu sadar saya seperti berada di tempat lain yang tidak pernah saya kunjungi. Ketika saya mengarahkan pandangan ke lapangan, semua nampak sepi. Di mana anak -anak yang sedang bermain voli itu? Semua ruang kelas tampak kosong tak ada aktivitas belajar dan mengajar. Semakin banyak keanehan yang terjadi, anak - anak tersebut berlari meninggalkan ruang kelas saat hendak kubertanya. 

         Di tengah kebimbangan dan kegalauan berusaha untuk tidak panik dan tetap tenang. Namun secara tiba-tiba, ada siswi yang datang menghampiri. " Ibu, kami ijin sebentar ke kantin, "katanya. " Baiklah jangan lama-lama, karena kita akan segera memulai pelajaran, " balasku. Ibu hanya kasih waktu 15 menit ya." 

          Sambil menunggu para siswa saya membuka notebook dan menulis beberapa hal penting yang berkaitan dengan materi hari ini. Sesekali juga membuka gawai, untuk mengecek mungkin ada notifikasi atau pesan yang masuk. 

          Namun sekonyong-konyong saya merasakan panasnya matahari begitu menyengat dan membuat kepalaku pusing sekali. Perasaan tidak enak, pandangan mata gelap dan  sangat lelah. Selanjutnya saya tidak ingat lagi apa yang telah terjadi. 

          Sayup-sayup terdengar suara yang tidak asing lagi di telinga. "Bun, Bunda, Bunda, bangun ko.  Itu kan suara Bu Zahwa rekanku sesama guru. Saya berusaha untuk membuka mata dan melihat sekeliling. Ternyata banyak sekali orang yang mengerubungiku. " Ayo, jangan berkerumun berikan udara untuk Bunda." 

          "Ada apa dengan saya Bu Guru? Kenapa banyak orang di sini? 

          " Alhamdulillah, Bunda sudah sadar." Padahal tadi kami semua panik dan hendak membawa Bunda  ke Puskesmas." 

            " Tadi Bunda pingsan dan terjatuh di depan laboratorium IPA. Untung ada anak-anak yang bermain voli yang melihatnya." Dengan sigap mereka langsung turun tangan."

             "Ya Allah, terima kasih untuk kalian semua. Saya tidak tahu apa yang terjadi kalau tidak ada kalian anak-anakku. " 

              "Bu Rifa, bisa minta teh hangatnya. Saya ingin minum. "Boleh Bu." 

              " Memangnya Bunda lagi sakit ya, koq bisa pingsan, "kata Bu Siska. 

               " Saya pun tidak tahu kenapa bisa pingsan, tetapi sepertinya tadi itu, ah sudahlah. " 

               "Apa Bunda? " 

                " Tidak apa -apa koq, mungkin karena saya kecapekan kurang istirahat, "kataku. 

       

         Dalam hati saya mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelum pingsan yakni saya sempat bertemu dengan seseorang. Tapi koq dia tidak ada sekarang.  Seorang perempuan tetapi bukan siswa atau guru di sini. Dia nampak galau saat saya ajak berbincang dan kami bercerita seperti seorang sahabat. 

               Anehnya, mereka mendapati saya pingsan di depan laboratorium IPA. Padahal jarak antara lab dengan kelas 12 TKJ, lumayan agak jauh dan tak  sederet. Jadi yang cerita dengan saya tadi itu siapa?Mungkinkah dia seseorang yang kebetulan lewat atau entahlah. 

              Namun saya yakin dia orang baik karena tidak terjadi sesuatu pun terhadap diri saya. Allah tahu, bahwa jika kita berbuat baik dan bertindak benar maka sesungguhnya perlindungan dan pertolonganNya akan selalu menghampiri.

            "Bunda, ingat cerita oooo, "Bu Zahwa penasaran. "Iya, adik. Pasti saya ceritakan semua kepada kalian. "