KEKASIH DAN RINAI HUJAN
KEKASIH DAN RINAI HUJAN
Kekasihku,
Entah mengapa perasaanku jadi tidak menentu saat kumengenal dirimu di ujung jalan saat hujan turun sore itu.
Kamu hanya diam dan tak bersuara apa pun ketika aku mencoba untuk menyapamu...
Pipi dan rambutmu basah terkena air hujan yang mengalir dari sela-sela payungmu yang sobek
Nafasmu berat seakan tak bisa untuk dihembuskan leluasa dari paru-parumu...
Setiap hari, di setiap waktu yang sama...
Aku bahkan tak bisa melewatkan hari untuk memandangmu dari kejauhan
Berdiri sendiri dengan tatapan mata kosong tak berdaya,
Mengapa kamu diam?
Adakah sesuatu yang mengganjal hatimu sedemikian rupa sehingga tak mampu lisanmu berkata?
Kekasihku,
Jangan kau buat aku penasaran dengan segala tingkahmu ini...
Mereka yang memandangmu hanya bisa menatap namun tidak peduli
Pergi dan berlalu tanpa pernah ingin tahu tentang sesuatu yang terjadi..
Telah hilang insting dan naluri kemanusiaan karena ulah manusia tak beradab...
Kekasihku,
Kemarin kamu masih berdiri di sana memakai selendang sutra putih...
Dan aku sempat melihatmu tersenyum dari kejauhan
Menatap ke arah langit yang mulai gelisah...
Menanti hujan yang akan segera menghampiri
Kamu melambaikan tangan ke arahku...
Tapi,
Mengapa kakiku tak bisa melangkah?
Kekasihku,
Pemandangan ini tidak seperti yang kuinginkan
Aku ingin melihatmu tersenyum dengan lebih leluasa lagi, lebih ceria lagi
Tak perlu menjelaskan siapa dirimu
Karena aku sudah tidak memperdulikan itu lagi
Yang kutahu bahwa, kamu pun sudah paham apa yang sebenarnya terjadi
Kekasihku,
Terima Kasih sudah menjaga rahasia di antara kita
Hingga akhirnya aku pun harus merelakan
Bahwa sesungguhnya dunia kita berbeda dan tidak mudah untuk dipahami
Biarlah kisah kita menjadi kenangan terindah sepanjang sejarah hidupku.
Pesan: Hanya dengan hati kita bisa melihat apa yang dirasakan oleh orang lain
Rabbaka Fa Kabbir
Kupang, 19 February 2023


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda