Kamis, 16 September 2021

DENGARLAH CURHATAN HATI BUNDA

 

                                          

                                        Ilustrasi:Ulang Tahun

Hari ini 15 tahun yang lalu aku diberi sebuah kesempatan yang bagi sebagian orang mungkin hal  biasa saja.

Namun hal ini tidak berlaku padaku,  dirimu begitu spesial dan penuh kasih suka cita.

Saat itu Allah SWT telah menitipkan engkau untuk tumbuh dan berkembang dalam rahimku. Engkaulah bukti cinta kami, antara aku dan ayahmu. Kau yang telah menyatukan  hati dan perasaan. kami. Rasa cinta yang sederhana menjadi begitu kompleks dan rumit melebur dan mengisi aliran darahmu dan menggetarkan degup jantungku.

Tak pernah kubayangkan betapa kebahagiaan menjadi bertambah-tambah karena dirimu. Hadirmu begitu amat sangat dinantikan oleh semua orang. Bai dan Nenek Mutiara, Bai dan Nenek Moepali, Bibi-bibimu, Pamanmu, saudara sepupumu dan semua yang sangat merindukan dirimu sayangku.

Kau telah mengubah diriku menjadi seorang perempuan yang sempurna tanpa celah berdiri dengan kebanggan sebagai pejuang yang tak pernah pamrih.  

Saat kuberikan seluruh hidupku untuk menjalankan syari'atMu. Kuterima dia ayahmu RH sebagai seorang yang mendampingiku seumur hidup tanpa ada paksaan.

Restu Ilahi dan restu orang tua adalah rantai pengikat kami yang tidak bisa di putuskan atau dilepaskan.

Malam ini 15 tahun lalu, saat itu Ayahmu masih di tempat tugas. Kau sudah tidak sabar lagi untuk melihat indahnya dunia dan bertemu dengan kami semua.

Tangisan pertamamu melengking ba'da Isha. Diiringi pujian tanda kesyukuran ke hadiratNya.

Alhamdulillah perempuan berkulit putih dan sehat. Ya Allah aku tak bisa berkata-kata.Aku menangis terharu membayangkan betapa mamaku, nenekmu melahirkan kami ke dunia dengan penuh perjuangan darah dan air mata bahagia.

Betapa bahagianya aku karena telah menghadirkan dirimu ke dunia ini. Tak ada yang lebih indah dan bermakna dari semua ini.

Dirimu telah hadir di sini tanpa sakit dan terapi, seolah tahu ayahnya belum ada hadir. Dirimu begitu lincah dan gesit seperti seorang artis.Pamanmu memberi nama yang indah dan penuh makna  HASNINDA TAHZANIAH, dan ternyata aku harus kuat dan pantang bersedih.

Anakku perempuan pertamaku. Terimakasih ya Allah, aku sangat merindukannya.Sesaat kutatap wajahnya. kubelai rambutnya yang tipis terasa aku telah menjadi berbeda dari sebelumnya. Dirimu begitu lucu dan menggemaskan membuat senyum kebahagiaan untuk kami,.Hadirnya telah memberi warna indah dalam hidupku. Cintanya padaku menjadi semakin besar.

Namun. kini aku sudah ikhlas. Kami menyayangimu namun Allah lebih menyayangimu dan lebih berhak atas dirimu.

Bunda, demikian kau memanggilku. Hingga kini melekat dan tak terpisahkan dari kehidupanku.

 

    

Barakallahu fii umriik sayangku ,    Kalabahi 16 September 2006

Husnul Khotimah  sayangku,            Kalabahi 08 Desember 2007