Jumat, 02 Desember 2022

"SIAPA DIA?"

     

        Waktu menunjukkan pukul 10.00 WITA pagi. Tak ada aktivitas lain yang kukerjakan hari ini selain mengajar. Home phisick terhadap siswa yang bermasalah sudah kulakukan kemarin bersama rekan guru Bimbingan dan Konseling. 

          Ruang guru nampak sepi karena semua orang sedang berada di kelas dan ruang praktek jurusannya masing-masing. Pintu ruangan Kepala Sekolah pun tertutup kemungkinan beliau sedang ada urusan dinas ke luar. Di atas pintu terpasang badge Kepala Sekolah tidak ada. 

          Di seberang ada ruang Tata Usaha. Terdengar bunyi mesin fotocopy dan candaan para pegawai. Mereka sepertinya sedang membahas tentang situasi yang terjadi saat ini. Bisa dimaklumi meskipun perempuan ternyata mereka juga hobby sepak bola. 

          Sekedar informasi saat ini sedang dilaksanakan pertandingan "Piala Dunia" atau "Viva World Cup" di Qatar Uni Emirat Arab. Semua mata tertuju ke sana. Saya pun tidak terlalu suka dengan sepak bola, tetapi hanya memantau pertandingan yang berlangsung. 

          Kebetulan ke dua anak laki-laki dan suami adalah penggemar berat olahraga bola bundar Ini. Setiap malam kalau tidak terlalu capek mereka pasti nonton bareng jika tim negara kesayangannya bertanding. 

            Melihat situasi yang sepi seperti ini saya berniat untuk segera ke ruang kelas. Perasaan saya tiba- tiba tidak enak, tetapi saya berusaha untuk tetap tenang. Matahari semakin bertambah panas dan seolah membakar kulit, membuat langkahku jadi tidak bersemangat. Tak ada yang berhembus, suasana jadi hening dan mataku menjadi silau memandang ke lapangan.

          Dari kejauhan tampak beberapa orang siswa yang sedang bermain bola voli. Mereka begitu asyik bermain sampai tidak merasakan panasnya matahari. 

        Dengan langkah pasti saya langsung melangkahkan kaki menuju ke kelas 12 TKJ. Sepanjang perjalanan saya tidak menemukan satu orang pun siswa atau guru.  Tiba-tiba saya merasa ada yang aneh dan tak biasa.

         Semua berjalan melambat dan berhenti. Begitu sadar saya seperti berada di tempat lain yang tidak pernah saya kunjungi. Ketika saya mengarahkan pandangan ke lapangan, semua nampak sepi. Di mana anak -anak yang sedang bermain voli itu? Semua ruang kelas tampak kosong tak ada aktivitas belajar dan mengajar. Semakin banyak keanehan yang terjadi, anak - anak tersebut berlari meninggalkan ruang kelas saat hendak kubertanya. 

         Di tengah kebimbangan dan kegalauan berusaha untuk tidak panik dan tetap tenang. Namun secara tiba-tiba, ada siswi yang datang menghampiri. " Ibu, kami ijin sebentar ke kantin, "katanya. " Baiklah jangan lama-lama, karena kita akan segera memulai pelajaran, " balasku. Ibu hanya kasih waktu 15 menit ya." 

          Sambil menunggu para siswa saya membuka notebook dan menulis beberapa hal penting yang berkaitan dengan materi hari ini. Sesekali juga membuka gawai, untuk mengecek mungkin ada notifikasi atau pesan yang masuk. 

          Namun sekonyong-konyong saya merasakan panasnya matahari begitu menyengat dan membuat kepalaku pusing sekali. Perasaan tidak enak, pandangan mata gelap dan  sangat lelah. Selanjutnya saya tidak ingat lagi apa yang telah terjadi. 

          Sayup-sayup terdengar suara yang tidak asing lagi di telinga. "Bun, Bunda, Bunda, bangun ko.  Itu kan suara Bu Zahwa rekanku sesama guru. Saya berusaha untuk membuka mata dan melihat sekeliling. Ternyata banyak sekali orang yang mengerubungiku. " Ayo, jangan berkerumun berikan udara untuk Bunda." 

          "Ada apa dengan saya Bu Guru? Kenapa banyak orang di sini? 

          " Alhamdulillah, Bunda sudah sadar." Padahal tadi kami semua panik dan hendak membawa Bunda  ke Puskesmas." 

            " Tadi Bunda pingsan dan terjatuh di depan laboratorium IPA. Untung ada anak-anak yang bermain voli yang melihatnya." Dengan sigap mereka langsung turun tangan."

             "Ya Allah, terima kasih untuk kalian semua. Saya tidak tahu apa yang terjadi kalau tidak ada kalian anak-anakku. " 

              "Bu Rifa, bisa minta teh hangatnya. Saya ingin minum. "Boleh Bu." 

              " Memangnya Bunda lagi sakit ya, koq bisa pingsan, "kata Bu Siska. 

               " Saya pun tidak tahu kenapa bisa pingsan, tetapi sepertinya tadi itu, ah sudahlah. " 

               "Apa Bunda? " 

                " Tidak apa -apa koq, mungkin karena saya kecapekan kurang istirahat, "kataku. 

       

         Dalam hati saya mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelum pingsan yakni saya sempat bertemu dengan seseorang. Tapi koq dia tidak ada sekarang.  Seorang perempuan tetapi bukan siswa atau guru di sini. Dia nampak galau saat saya ajak berbincang dan kami bercerita seperti seorang sahabat. 

               Anehnya, mereka mendapati saya pingsan di depan laboratorium IPA. Padahal jarak antara lab dengan kelas 12 TKJ, lumayan agak jauh dan tak  sederet. Jadi yang cerita dengan saya tadi itu siapa?Mungkinkah dia seseorang yang kebetulan lewat atau entahlah. 

              Namun saya yakin dia orang baik karena tidak terjadi sesuatu pun terhadap diri saya. Allah tahu, bahwa jika kita berbuat baik dan bertindak benar maka sesungguhnya perlindungan dan pertolonganNya akan selalu menghampiri.

            "Bunda, ingat cerita oooo, "Bu Zahwa penasaran. "Iya, adik. Pasti saya ceritakan semua kepada kalian. " 

              


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda