KISAH HARI INI
"KISAH HARI INI"
Allah, akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang berpikir. Mungkin kalimat ini adalah kalimat pamungkas untuk menggambarkan betapa bahagianya saya ini. Mengapa?
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa saya sedang mengikuti tantangan Menulis Februari Ceria PGRI. Adapun syaratnya adalah setiap peserta wajib menyetorkan tulisannya setiap hari selama satu bulan sebagai tanda bukti. Tulisan tersebut harus di muat di blog pribadi atau blog umum yang terkenal. Jenis tulisan yang digunakan dalam bentuk bebas bisa puisi, pantun, cerpen atau artikel yang intinya bertema pendidikan.
Jika menghitung hari, maka hari ini adalah hari ke 26 berarti tersisa dua hari lagi kami untuk menyelesaikan tantangannya. Tetapi yang jadi persoalan adalah tema apa yang akan saya tulis.
Tanpa sengaja saya membuka Kompasiana.com yang saya lihat ada beberapa teman di grup yang memposting tulisannya di sana. Ada Om Jay dan Pak Mustafa terlihat keren sekali. Kedua Bapak ini setiap membaca tulisan mereka terkesan sederhana namun padat dan berisi sesuai dengan kondisi yang terjadi. Bertambah keren karena di-posting di kompasiana.com
Bagi saya Om Jay, adalah inspirator handal. Setiap hari tanpa jeda ia selalu berbagi informasi yang menarik dan bermanfaat bagi kita yang berprofesi sebagai pendidik. Saat kami semua menuliskan kisah di blog pribadi Om Jay dan beberapa teman ternyata lebih keren langsung tayang di Kompasiana. com.
Saya iseng saja membuka akun di sana dan mencoba untuk menyelesaikan pengisian form data yang belum lengkap. Karena beberapa waktu lalu saya sempat berpikir untuk membuat akun tetapi belum berhasil. Terkendala oleh nomor go-pay yang tidak saya miliki . Akhirnya setelah melengkapi beberapa item akun saya dinyatakan aktif dan sudah bisa digunakan.
Saya mencoba untuk menulis kisah "Ketika Ayah Dilantik". Alhamdulillah seketika saya posting secara langsung diinformasikan bahwa tulisan saya ini beberapa saat lagi akan segera tayang di kompasiana.com Setelah menunggu beberapa menit akhirnya tulisan saya pun muncul. Tidak sampai di situ saja ucapan terima kasih khusus untuk Pak Suprihadi yang sudah menjadi komentator pertama untuk tulisan saya. Maka nikmat Tuhan Tuhan mana lagi yang kamu dustakan.
Gbr. Doc. Pribadi
Ada perasaan istimewa yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Serasa ringan dan enteng ketika saya memutuskan untuk menulis peristiwa ini sebagai momen spesial yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ada energi terbarukan yang membuat seluruh syaraf berimajinasi saya menjadi aktif kembali setelah beberapa saat sempat koma dalam menentukan ide.
Alhamdulillah Allah telah mempertemukan saya dengan guru-guru hebat yang tergabung di grup grup menulis ini. Memang tidak pernah bertemu secara langsung tetapi setiap hari selalu bersapa lewat grup dengan membaca tulisan .



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda