Minggu, 13 November 2022

"CERITA MALAM MINGGU"

 

          Gbr. Baliho Kelas GEMA#3

Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau"

Begitulah bunyi pepatah lama yang masih membekas dan selalu terngiang di kepalaku.
Penuh Cinta dan semangat tersimpan dibalik maknanya.
Dan semalam saya pun telah membuktikannya, meskipun tidak berlayar sampai ke Andalas tetapi saya bisa bersua dengan Bunda Cantik Ibu Pujiati Chalid  dalam GEMA yang diusung oleh AGUPENA PUSAT melalui bidang Literasi yang digawangi oleh Bunda cantik yang menginspirasi Bunda Lilis Sutikno .

Adapun pematerinya adalah Bunda Prof.Pujiati.M.Soc.sc, PHd. Beliau merupakan Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

Luar biasa bukan. Beliau jauh- jauh dari Medan datang ke Kupang hanya untuk bertemu dengan kita para pegiat literasi dan menyampaikan materi yang sangat dinanti yakni "Mari Menulis Puisi".

Gbr. Materi Mari Menulis Puisi 

Saya adalah seorang peserta yang sangat ingin sekali mengetahui secara langsung dari ahlinya. Bunda Puji ini meskipun sibuk tetapi masih sempat untuk mengemong cucunya yang baru lahir. Alhamdulillah, rejeki anak Soleh.

Sangat kebetulan dengan passion saya kali ini yakni segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia "perpuisian".

Menurutnya Puisi adalah salah satu  media untuk menyampaikan pesan. Isi ungkapan bisa suatu pesan atau ungkapan dari seseorang kepada khalayak. Dengan kata lain puisi merupakan bentuk ekspresi yang diungkapkan oleh penulis bersumber dari gagasan atau pikiran sang penulis.

Indonesia sendiri memiliki banyak sastrawan dengan puisi-puisinya yang indah. Misalnya Chairil Anwar, WS Rendra, Sapardi Djoko Damono dan lain-lain.
Dari tangan mereka tercipta puisi-puisi yang indah.

Simak saja puisi karya Sapardi Djoko Damono

"AKU INGIN karya Sapardi Djoko Damono"


Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada

Selanjutnya cara membuat puisi
1. Mencari inspirasi
2. Menentukan tema
3. Gaya bahasa
4. Diksi dan Rima

Dari keempat cara di atas saya yakin seyakin-yakinnya bisa membuat puisi yang indah (sombong boleh, eits jangan nanti dosa).


Forum diskusi dibuka dan ada beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan yakni pertama berasal dari Bapak Ustadz Rahmadi dari Kalimantan Selatan, Cing Ato dari Jakarta,  dan Nyong Presto Kause dari Lelogama Kupang.

Inti dari pertanyaan mereka adalah bagaimana tip dan trik bagi penulis pemula agar karyanya menjadi bagus dan berkesan.
Semua pertanyaan itu dijawab dengan baik oleh Bu Puji dengan mengulang kembali Cara membuat puisi dengan 4 langkah. Intinya kita harus memulai sesuatu itu dengan semangat.

Bunda Puji selanjutnya, membuat tantangan untuk menulis puisi bagi Panitia dan peserta GEMA 3 ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Meeting room ditutup tetapi tantangan menulis mulai diberlakukan, dan siap untuk dieksekusi.

Dan saya pun bertambah kaget ketika membuka wa saya pagi tadi. Selusin barisan kata menghiasi dinding WhatsApp. Bunda yang cantik telah merangkaikan kata indah berdasarkan inisial nama. Luar biasa luar biasa dan sangat-sangat menginspirasi. Terima Kasih Bunda Lilis dan Bunda Puji. Saya akan penuhi tantangan kalian. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 


Gbr. Tangkap Layar Puisi Inisial karya 
Bunda Lilis