DENGARLAH CURHATAN HATI BUNDA
Ilustrasi:Ulang Tahun
Hari ini 15 tahun yang lalu aku diberi sebuah kesempatan yang bagi sebagian orang mungkin hal biasa saja.
Namun hal ini tidak berlaku padaku, dirimu begitu spesial dan penuh kasih suka cita.
Saat itu Allah SWT telah menitipkan engkau untuk tumbuh dan berkembang dalam rahimku. Engkaulah bukti cinta kami, antara aku dan ayahmu. Kau yang telah menyatukan hati dan perasaan. kami. Rasa cinta yang sederhana menjadi begitu kompleks dan rumit melebur dan mengisi aliran darahmu dan menggetarkan degup jantungku.
Tak pernah kubayangkan betapa kebahagiaan menjadi bertambah-tambah karena dirimu. Hadirmu begitu amat sangat dinantikan oleh semua orang. Bai dan Nenek Mutiara, Bai dan Nenek Moepali, Bibi-bibimu, Pamanmu, saudara sepupumu dan semua yang sangat merindukan dirimu sayangku.
Kau telah mengubah diriku menjadi seorang perempuan yang sempurna tanpa celah berdiri dengan kebanggan sebagai pejuang yang tak pernah pamrih.
Saat kuberikan seluruh hidupku untuk menjalankan syari'atMu. Kuterima dia ayahmu RH sebagai seorang yang mendampingiku seumur hidup tanpa ada paksaan.
Restu Ilahi dan restu orang tua adalah rantai pengikat kami yang tidak bisa di putuskan atau dilepaskan.
Malam ini 15 tahun lalu, saat itu Ayahmu masih di tempat tugas. Kau sudah tidak sabar lagi untuk melihat indahnya dunia dan bertemu dengan kami semua.
Tangisan pertamamu melengking ba'da
Isha. Diiringi pujian tanda kesyukuran ke hadiratNya.
Alhamdulillah perempuan berkulit putih dan
sehat. Ya Allah aku tak bisa berkata-kata.Aku menangis terharu membayangkan betapa mamaku, nenekmu melahirkan kami ke dunia dengan penuh perjuangan darah dan air mata bahagia.
Betapa bahagianya aku karena telah menghadirkan dirimu ke dunia ini. Tak ada yang lebih indah dan bermakna dari semua ini.
Dirimu telah hadir di sini tanpa sakit dan
terapi, seolah tahu ayahnya belum ada hadir. Dirimu begitu lincah dan gesit seperti
seorang artis.Pamanmu memberi nama yang indah dan penuh makna HASNINDA TAHZANIAH, dan ternyata aku harus kuat dan pantang bersedih.
Anakku perempuan pertamaku. Terimakasih ya Allah, aku sangat merindukannya.Sesaat kutatap wajahnya. kubelai rambutnya yang tipis terasa aku telah menjadi berbeda dari sebelumnya. Dirimu begitu lucu dan menggemaskan membuat senyum kebahagiaan untuk kami,.Hadirnya telah memberi warna indah dalam hidupku. Cintanya padaku menjadi semakin besar.
Namun. kini aku sudah ikhlas. Kami menyayangimu namun Allah lebih menyayangimu dan lebih berhak atas dirimu.
Bunda, demikian kau memanggilku. Hingga kini melekat dan tak terpisahkan dari kehidupanku.
Barakallahu fii umriik sayangku , Kalabahi 16 September 2006
Husnul Khotimah sayangku, Kalabahi 08 Desember 2007

6 Komentar:
Amanah itu miliik Allah
.kelak ada perjumpaan kembali dengannya di jannah asalkan kita ikhlas
Tuhan lebih sayang, Tuhan sudah menyiapkan tempat untuknya, damai Tuhan selalu bersamanya bunda,...keiklasan akan mempermudah jalan menuju kepadaNya, salam. Turut berduka cita, semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. AMIN.
Alhamdulillah, Bunda Kanjeng saya sudah ikhlas.
Terima Kasih Bu Guru, salam menyapa dari Nusa Kenari ke Tanah Humba.
"Namun. kini aku sudah ikhlas. Kami menyayangimu namun Allah lebih menyayangimu dan lebih berhak atas dirimu."
Sebuah kepasrahan yang Melegakan. Tuhan yang memberi Dia juga yang mengambil, Terujilah Dia selamanya.
Luar biasa ungkapan hati seorang mama yang hebat. Saya turut merasakannya. Salam hormat untuk bapak dan seluruh keluarga. Gb!
Selamat Ulang Tahun buat putrinya ya bunda. Sukses selalu
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda