Sabtu, 18 Februari 2023

CFD ALA KUPANG

 "CFD ALA KUPANG" 

Gbr.Doc. Pribadi 

Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi. (Wikipedia)

Kebetulan hari ini bertepatan dengan hari libur nasional yakni peringatan Isra Miraj. Saya pun berkesempatan untuk ikut kegiatan  ini karena sedang berada di Kupang. Sebagai Ibu kota provinsi NTT  Kupang pun tidak ketinggalan mengadakan "Car free day".  

Meskipun sudah sering diadakan, hari ini suasananya sangat ramai tidak seperti biasanya. Hal ini karena sudah hampir dua minggu hujan turun membasahi  bumi, begitu yang dikatakan adik laki-laki saya.  Antusiasnya masyarakat terlihat dengan begitu banyak orang yang terus berdatangan dari segala penjuru dan usia.

Sebagai pendatang baru, saya sangat menikmati even  hari ini. Lokasinya adalah di sepanjang jalan El Tari-Kupang, pas depan kantor Gubernur dan DPRD NTT. Terlihat barisan Ibu-ibu dengan berkaos lengan panjang warna putih dan berkerudung sedang melenggang manis di jalanan. Sambil berjalan mereka kompak bersholawat atas Nabi Muhammad SAW. Adem dengarnya. Mereka adalah gabungan dari Majelis Ta'lim Se Kota Kupang yang sedang melaksanakan jalan santai menyambut Isra Miraj. Secara tidak sadar semua yang hadir ikut melantunkan shalawat juga meskipun hanya di dalam hati. Siar melalui syair. 

Saya melihat ada nilai positif yang bisa didapatkan dari kegiatan ini. Selain bisa membuat badan jadi sehat bagi para pelancong, sejenak kita bisa melupakan rutinitas yang menumpuk dengan menikmati udara segar bebas dari bising dan asap dari kendaraan dan kebersamaan yang terjadi bersamaan walaupun tanpa syarat. 

Banyak sekali pedagang yang bisa menjajakan dagangannya. Mulai dari penjual buah, hingga kuliner tradisional yang bisa dinikmati. Roda perputaran ekonomi berjalan walaupun hanya dalam waktu singkat. Nilai positifnya adalah semua orang mempunyai kesempatan untuk bisa mengembangkan talenta yang dimilikinya. Saling menguntungkan dan menambah gairah untuk memajukan kesejahteraan umat.

Anak-anak bisa menikmati wahana permainan yang mendidik yakni melukis atau mewarnai. Terkesan sederhana namun sangat diminati, karena banyak anak yang tanpa malu-malu memainkan jarinya di atas kanvas gabus sederhana.

Atraksi marching band menjadi salah satu tontonan yang menghibur bagi anak-anak. Hal ini karena sudah hampir beberapa tahun terakhir tidak pernah ada event karnaval yang sering menghadirkannya. 

Selain itu, ada pojok baca. Sangat tepat untuk mendukung program literasi, terutama membaca. Bacaan yang dipajang berisi buku-buku cerita bergambar Kisah Nabi Muhammad SAW dan  cerita lain bertema Islami yang sayang kalau dilewatkan. Sasarannya adalah anak-anak usia sekolah, agar tidak terlalu terikat dengan gawai atau gadget.Saya pun menyempatkan diri untuk melihat beberapa buku yang bisa jadi referensi untuk menulis. 

Ada sesuatu yang tidak biasa dan baru yaitu ketika saya harus melihat "iguana" dari dekat. Hewan aneh dan unik ini ternyata menjadi tontonan gratis bagi para pejalan kaki. Tanpa menunggu lama, saya pun harus mengabadikan momen spesial ini. 

Sekelompok mahasiswa dari Kedokteran Gigi Undana menawarkan pemeriksaan gigi gratis dan tekanan darah.  Sembari menjelaskan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dengan kampus mereka. Jika ingin pemeriksaan lanjutan seperti cek gula darah dan kolesterol cukup dengan membayar biaya tertentu maka kita sudah bisa langsung di periksa. 

Car free day hari ini terasa spesial karena saya bisa bertemu dengan beberapa sahabat lama. Ada Lamang, anak bapak Kost bersama istri. Sahabat putih abu-abu, Ice Ahmad yang sekarang sudah jadi bidan senior di Kupang. Ci Ipeh, PNS di Kementerian Agama, sekaligus bos laundry "Amanah" di Kampung Solor. Cfd menjadi tempat melepaskan rindu setelah sekian purnama tidak bertemu.Setiap pertemuan pasti tidak afdhol tanpa dokumentasi. Menjadi sesuatu yang wajib dan tak bisa dihindari, sebagai bukti bahwa kami pernah bersama. 

Berhubung hari semakin siang kami pun bergegas untuk segera pulang ke rumah dengan perasaan gembira. 


Rabbaka Fa Kabbir

Kupang, 18 Februari 2023





0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda