DISIPLIN DIRI
BUDAYA POSITIF (Bagian 2)
Gbr.Doc.Pribadi
Tiap-tiap pribadi memegang kontrol terhadap dirinya sendiri. Anak atau siswa kita tidak akan bisa berubah jika diri mereka sendiri yang tidak mau atau tidak punya motivasi untuk merubahnya. Sebagai guru kita tidak punya hak untuk memaksa mereka untuk berubah.
Berikut ini beberapa ilusi teori kontrol menurut para ahli:
1. Guru bisa mengontrol murid, sebenarnya tidak itu hanya ilusi anak sendirilah yang bisa mengontrol dirinya.
a. Kritik membuat anak merasa bersalah dan dapat menguatkan karakter. Yang terjadi adalah kritik bisa membuat anak merasa terluka.
b. Semua penguatan positif, afektif dan bermanfaat. Tidak bisa terlaksana juga jika anak tidak mau berubah maka semua itu akan sia-sia.
c. Orang dewasa memiliki hak untuk memaksakan kehendak. Yang benar adalah responnya mengubah orang lain untuk berpandangan sama dengan kita. Ini keliru.
d. Seharusnya kita berusaha untuk memahami orang lain.
2. Prilaku buruk dinilai sebagai suatu kesalahan. Tetapi menurut teori semua perilaku mempunyai tujuan. Baik atau pun buruk tentunya ada alasannya masing-masing.
Orang lain bisa mengontrol saya adalah tindakan tidak tepat. Saya pribadi yang bisa mengontrol diri saya sendiri.
Terkadang ada pemaksaan kehendak untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini tidak dibenarkan. Kita dituntut untuk saling bekerja sama dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan.
3. Model berpikir menang kalah sudah tidak berlaku lagi. Siapa yang menang akan menguasai yang kalah tidak pas lagi untuk hari ini.
"Win Win Solution, sama-sama menang, sama-sama menguntungkan atau Simbiosis Mutualisme.
Tidak ada lagi istilah guru berkuasa atas murid. Merdeka Belajar sesuai yang digaungkan bahwa "setiap anak mempunyai karakter yang unik dan berbeda. "
Misalnya perbedaan tempat tinggal pada setiap siswa bisa menyebabkan cara berpikir yang berbeda terhadap sesuatu. Sebagai guru kita mampu menempatkan diri kita berada di posisi mereka saat kegiatan pembelajaran.
Intinya sekarang kita guru mampu untuk memunculkan kembali bakat serta minat mereka yang selama ini terpendam. Arahkan siswa untuk lebih menekuni skill atau kemampuan yang dimiliki . Karena skill itulah yang nanti diperlukan dan dipakai untuk menunjang masa depannya.
Jadi kesimpulannya adalah kita tidak bisa mengontrol orang lain, tetapi hanya bisa mengontrol diri kita sendiri. Semua perilaku mempunyai tujuan. Model berpikir saling menguntungkan. Karena realita kebutuhan kita berbeda. Mari hormati orang lain dan berusaha untuk mendapatkan diri pada posisi mereka.
Apakah kita sudah bisa menjadi guru yang dikangenin setiap hari atau malah akan menjadi musuh yang tak disukai oleh anak didik?


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda