DOA IBU MUSTAJAB
Kisah Ibu Rosti Simanjuntak
PROLOG
Jangan pernah menyepelekan doa seorang ibu yang teraniaya karena anaknya hilang atau meninggal karena terbunuh.
Apa pun agamanya, setiap ibu di persada ini pasti akan merasakan duka yang teramat sangat dalam seperti yang dirasakan oleh Ibu Rosti Simanjuntak. Apalah artinya hidup jika harus kehilangan darah dagingnya, yang telah dititipkan di dalam rahimnya selama 9 bulan. Kematian yang tidak wajar mengusik siapapun yang melihatnya sebagai suatu peristiwa yang terjadi di luar batas kemanusiaan.
Hari ini Tuhan telah menunjukkan KuasaNya bagi kita semua. Pembacaan vonis yang dibacakan oleh hakim menunjukkan bahwa suara yang keluar dari lisannya adalah suara Tuhan.
Saya sendiri tidak bisa berkata apa-apa karena hanya bersyukur kepada Allah SWT. Perasaan ini mungkin sama seperti mereka yang ikut menghadiri persidangan di Pengadilan Jakarta Selatan hari ini 13 Februari 2023.
Hukuman yang diberikan kepada saudara Ferdi Sambo dan istrinya Putri Candrawati adalah sesuai dengan apa yang telah dilakukannya.
Berikut ini adalah ungkapan perasaan hati saya sebagai seorang ibu yang saya tulis pada tanggal 10 Agustus 2022.
Brigadir J,
Mungkin saya tidak akan pernah tahu dan mengenalmu lebih dekat. Karena memang tidak ada sesuatu yang spesial atau luar biasa diantara kita. Tetapi sungguh berita tentang kematianmu sungguh mengganggu konsentrasiku.
Brigadir J,
Menurut berita dan informasi yang saya baca dan saksikan di media sosial maupun elektronik kamu adalah sebuah seorang Polisi BRIMOB di ibu kota negara. Saya hanyalah seorang ibu guru, seperti ibumu Ibu Rosti Simanjuntak.
Tetapi entah mengapa hati saya begitu terguncang saat melihat postingan di media sosial. Betapa histerisnya Ibumu saat menerima kedatangan peti jenazahmu di kediaman orang tuamu.
Hati ibu mana tak' akan hancur, menerima kedatangan anaknya dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Hati ibu mana yang tak akan kecewa melihat salah satu permata hatinya, kebanggaannya telah terbujur kaku tak menyapa. Hati ibu mana yang bisa menahan gejolak di dalam jiwa, menyaksikan bahwa kepergian kesayangannya itu telah meninggalkan jejak tak wajar di tubuhnya.
Brigadir J,
Masih terbayang di benak setiap ibu. Bagaimana saat kamu kecil menangis, tertawa berlari ke sana kemari dengan lincah. Hal itu menggambarkan betapa bahagianya kami sebagai orang tua.
Kami rela mempertaruhkan nyawa hanya untuk menghadirkan kalian ke dunia ini. Harapan kami kalian bisa menjadi orang yang berguna di hari depan.
Tapi mengapa???
Kepergianmu yang tak wajar dan terkesan ditutup-tutupi seolah menyadarkan kami. Betapa kejadian itu telah menjadi trending topik di seluruh Indonesia dan menjadi perhatian seluruh publik.
Brigadir J,
Saya bukan perempuan yang melahirkanmu, tetapi sesak dengan persidangan yang tidak berkesudahan membuat saya bosan dan muak. Seolah perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya dianggap sebagai hal biasa.
Saya yakin bahwa doa seorang ibu yang teraniaya pastilah akan terdengar oleh Sang Pemilik Sah Kehidupan. Kami, semua Ibu-ibu yang ada di seluruh Indonesia berdoa semoga keadilan dan kebenaran bisa berpihak kepada ibumu.
Brigadir J,
Mereka orang -orang yang telah berbuat dzalim terhadap dirimu telah mendapatkan hukuman terhadap apa yang telah mereka lakukan. Kita bersyukur atas keputusan yang diambil oleh Pak Hakim. Di sini kita diingingatkan bahwa sesungguhnya sesuatu yang tidak baik dan bertentangan dengan akal sehat dan kemanusiaan, pasti bakal mendapatkan balasan yang setimpal.
Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya pasti akan tercium juga. Kebenaran adalah tetap kebenaran yang datang dari Tuhan.
EPILOG
Terima Kasih banyak kepada Pak Hakim yang sudah membacakan amar putusan dengan adil. Allah SWT senantiasa akan memberkahi setiap langkahmu dan dimudahkan segala urusanmu.
Jika kalian sayang dan perhatian terhadap kemanusiaan. Mari satukan hati, kita berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Semoga Allah SWT, mendengar dan mengabulkan permohonan kita untuk menjaga negara kita ini dari segala marabahaya.
Rabbaka Fa Kabbir
Kalabahi 14 Februari 2023.




0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda