MENSANO IN CORPORESANO"
MENSANO IN CORPORESANO"
Gbr. Doc. Pribadi
Apa yang akan kamu lakukan akhir pekan ini? Apakah akan berlibur atau sekedar jalan-jalan menikmati keindahan alam? Apakah tidak ada kegiatan lain yang bisa mendatangkan manfaat bagi diri sendiri atau orang lain?Pertanyaan itu sering muncul ketika kita sampai di hari Sabtu.
Ahad ini, setelah melaksanakan sholat Subuh kami berniat untuk olahraga.Hal ini sengaja dilakukan karena setiap hari tidak bisa karena kesibukan. Ditemani suami dan anak-anak kami memulai rute hari ini. Start dari rumah di kelurahan Binongko menuju ke pelabuhan ferry. Pelabuhan ini dikhususkan untuk armada kapal ASDP. Kebetulan hari ini ada jadwal kapal dari Kupang menuju Kalabahi. Jarak antara rumah kami dan pelabuhan tidak begitu jauh. Namun karena cuaca dan kondisi laut, sampai pukul 06.00 kapal belum juga menunjukkan batang hidungnya.
Meskipun semalam diguyur hujan namun pagi ini cuaca sedikit mendung tidak menyurutkan niat untuk berolahraga. Walaupun hanya dengan berjalan kaki namun anak-anak sangat menikmatinya dengan hati gembira. Jalan raya nampak basah dan tampak genangan air di beberapa ruas jalan.
Hujan selama beberapa hari ini membuat antusiasme masyarakat untuk berolahraga sangat tinggi. Didukung oleh suasana yang sejuk, tampak banyak orang yang melaksanakannya. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa begitu menikmati sunrise ahad pagi.
Perjalanan dilanjutkan menuju ke Pelabuhan Dulionong. Pelabuhan ini pun tidak terlalu jauh hanya berjarak beberapa meter dari pelabuhan ferry. Biasanya digunakan sebagai pelabuhan untuk kapal-kapal motor penumpang antar pulau di Alor. Ada yang menuju ke pulau Pantar, Pura, Alor Timur dan lain-lain.
Khusus untuk hari Selasa, Kamis dan Sabtu pelabuhan ini akan ramai dengan keberangkatan kapal feri Cepat Cantika Bahari 9F dari Kalabahi menuju ke Kupang.
Sekedar informasi Cantika Bahari 9F menggantikan kapal feri Cepat Cantika Express 77 yang mengalami kecelakaan terbakar di perairan Amfoang, Kabupaten Kupang Oktober tahun lalu. Hingga saat ini masih sekitar 20 orang yang meninggal dan 17 orang dinyatakan hilang. Semoga Allah memberikan tempat yang layak bagi mereka semua.
Sama halnya dengan pelabuhan feri, Dulionong pun nampak sepi karena tidak ada kapal yang berlayar.
Kebetulan hari Ahad, tidak ada salahnya kalau dinikmati "jalan pagi"nya sebagai quality time bersama suami. Segarnya dapat, sehatnya dapat kata anak gaul sekarang.
Selanjutnya kami menuju ke Pelabuhan Kalabahi. Orang Alor menyebutnya Pelabuhan Besar. Karena di sini adalah tempat bersandarnya kapal-kapal PELNI yang melayani pelayaran antar pulau antarprovinsi. Misalnya KM.Sirimau yang melayani penumpang sampai ke Papua. KM.Awu yang berlayar hingga ke Pelabuhan Benoa Bali.
Selain itu ada Sabuk Nusantara dengan berbagai kode menuju ke tempat-tempat yang tidak terjangkau. Dengan harga yang cukup murah dibandingkan kapal Sirimau maupun AWU, Sabuk Nusantara sering dijadikan alternatif atau pilihan bagi para penumpang. Sebagai contoh, jika kita hendak berlayar ke Pelabuhan Teluk Gurita di Kabupaten Timor Tengah Utara cukup dengan merogoh kantong membayar tiket sebesar Rp. 9000,00. Namun jadwal kapalnya sering berubah-ubah sesuai dengan namanya.
Di pelabuhan ini pula, sering bersandar kapal-kapal besar yang memuat kontainer atau peti kemas dari Pulau Jawa. Jika sedang ramai, dari ujung timur sampai barat akan terlihat ramai dengan hiruk pikuk bongkar muat barang. Bunyi mesin dan kendaraan pengangkut berdesing ke luar masuk.
Ada juga kapal atau perahu motor jenis pinisi yang khusus mengangkut beras dari Sulawesi. Salah satunya adalah beras dari "Kajuara". Tidak heran masyarakat Alor lebih senang membeli beras di kapal daripada berbelanja di toko. Selain mendapatkan harga murah, pembeli bebas menentukan pilihan. Maka jangan heran jika kita sampai di depan dermaga, kita akan disambut oleh daing-daing yang menawarkan beras.
Namun seperti dua pelabuhan sebelumnya di sini pun sepi. Hanya beberapa anak kecil yang nampak duduk di pinggiran dermaga memancing ikan.
Pelabuhan becek karena banyak sekali genangan air. Jika tidak berhati-hati kita bisa terjatuh karena licin.
Di depan pelabuhan Kalabahi, terpampang nyata pemandangan yang sungguh luar biasa
Teluk Mutiara yang begitu indah, dengan hamparan laut dan langit mendung menambah gairah untuk menikmati keindahan ciptaan Allah yang Maha Sempurna.
Setelah menyaksikan itu kami pun segera pulang kembali karena agenda lain yang masih tertunda.
Agenda rutin yang biasa dilakukan oleh setiap ibu di hari Ahad. Mulai dari mencuci pakaian sampai menyediakan makanan untuk seluruh anggota keluarga. Hari ini berbeda, kakak perempuan yang biasa bertugas di dapur melaksanakan tugas di luar perdapuran.
Gbr.Doc. Pribadi
Alhamdulillah, berkah pagi ini kunikmati dengan hati gembira. Melupakan sementara segala beban kerja dan siap untuk menyambut esok hari dengan semangat yang baru.
Hidup ini simpel jangan dibuat ribet. Sesuai moto "Mensano in Corporesano; di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat."
Mebung, 5 Februari 2023





0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda