Elegi Cinta Cantika Expres 77 (24 Oktober 2022)
Elegi Cinta Cantika Expres 77 (24 Oktober 2022)
Ketika cinta hadir di penghujung bulan Oktober
Menyeruak dalam dekapan hangat kasih Mama,
Senyum dan tawa tersusun indah di bibir
Bercanda gembira menyusuri setapak dermaga
Saat kaki melangkah menuju Pelabuhan Tenau,
Dirimu telah menanti diriku di ujung dermaga,
Menatap tanpa kedip dan membuka tangan,
Siap membawaku, menemaniku mengarungi lautan Timor, hanya untuk bertemu dengan mereka yang merindu
Sanak saudara di Nusa Kenari...
Matahari, apakah aku salah karena terlalu cinta
Atau rinduku yang terlalu besar?
Angin, apakah aku terlena hingga lupa diri,
Hingga baru sesaat ku tinggalkan kota karang
Kau mengujiku???
Di pesisir Amfoang rasa nyaman yang pernah ada membuat rindu ini begitu dalam
Secara tiba-tiba lenyap berganti duka tak berujung
Kau usik perjalananku menuju Dulionong terhenti secara paksa
Merah, meliuk-liuk di ujung kemudi,
menari menantang matahari
Si jago merah beraksi datang tanpa permisi
Mencegat hariku bersamanya yang baru separoh...
Hitam pekat dan semakin panas menyentuh pori-poriku yang tipis..
Ya Allah, apa yang terjadi ini???
Pekikan itu begitu menyayat hati
Sahut- sahut-sahutan tanpa henti...
Ada suara anak-anak yang ketakutan,
Ada bayi yang bersembunyi di balik gendong sang bunda
Ada ibu yang mencari anaknya,
Ada ayah yang panik mencari sanak saudara yang tak terlihat netra
Ada adik yang menangis mencari kakaknya
Ada kakak yang tak berdaya mencapai sang adik
Semua orang tanpa terkecuali hilang kemudi dan tak terkendali
Ya Allah, lindungilah kami...
Mengapa begitu cepat tubuhnya terbakar
Membuat diriku sendiri hilang arah antara hidup dan mati
Antara bimbang dan ragu untuk mengambil keputusan...
Hanya ada satu jalan yang harus dilakukan...
Bismillahirrahmanirrahim...
Aku serahkan hidup dan mati ku hanya padamu Ya Allah...
Namun, perjuangan belum usai.
Di mana mereka sanak dan saudara ku yang lain?
Aku tak tahu harus bagaimana lagi untuk memulai,
Mereka tak nampak olehku maupun oleh TIM SAR,
Ke mana????
Ya Allah, dipermainkan ombak besar dan sengatan matahari,
Apakah mereka baik-baik saja ..
Aku ingin pulang,
Aku tak takut tak bisa bertemu lagi
Aku tak ingin pulang sendiri
Tetapi harus bersama dengan mereka karena kami telah berjanji untuk melangkah ke tujuan yang sama.
Apa kata orang di Alor nanti?
Jika hanya aku yang melangkah sendiri
Ya Allah, jika memang ini adalah takdir yang telah Engkau gariskan
Berikanlah petunjukMu agar kami mampu menyibak misteri ini...
Jika ada kesalahan atau kekeliruan yang telah kami lakukan...
Bukalah pintu maaf Mu dan kembalikan saudara -saudaraku.
Karena rindu kami ingin bertemu dan bercerita seperti dulu di Pelabuhan Dulionong
Cantika Expres 77,
Terima kasih karena telah mengajarkan aku arti kesetiaan dan kasih sayang
Meskipun dirimu kini hanya tinggal cerita
Namun hingga akhir kisahmu ada sepenggal harapan bahwa persahabatan dan persaudaraan telah menembus semua batas perbedaan
((Kalabahi, 26 Oktober 2022))





0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda