IRONI DI HARI GURU
CURHATAN HATI GURU: Sebuah catatan harian
Pernahkah anda mendengar tentang istilah bullying.Bullying atau perundungan ini sudah tidak asing lagi saking familiarnya. Bahkan saat kita hendak mengisi Asesmen Nasional ada berapa item yang berkaitan dengan perundungan.Kita ini adalah pendidik atau guru yang mengatasnamakan tidak untuk segala bentuk perundungan. Tetapi mengapa masih ada yang memperlakukan guru seperti ini. Ironisnya lagi dilakukan oleh orang yang pantas di sebut sebagai pengayom dan pemegang kebijakan di sekolah. Tindakan bullying (perundungan) ini dilakukan secara sadar dan tanpa kompromi terlebih dahulu.
Melalui tulisan ini saya ingin tahu pendapat teman-teman sebagai sesama guru. Jika ada guru yang melakukan kesalahan atau kekeliruan apakah pantas untuk dipermalukan di depan para peserta didik? Ataukah diberikan teguran secara lisan dan jika masih berbuat akan diberikan sanksi? Atau langkah terakhir melalui proses pertemuan antara guru atau pendidik dengan kepala sekolah? Pantaskah guru atau pendidik diperlakukan seperti itu seolah kesalahan yang dilakukan berdampak buruk bagi kegiatan pembelajaran di sekolah?
Ada unsur senang dan tidak senang, suka dan tidak suka sudah menjadi rahasia umum di dunia pendidikan dan terjadi di lingkungan sekolah.Bukan membela atau membenarkan tindakan yang telah dilakukan oleh oknum guru, tetapi sikap seorang pemimpin yang tidak bijak dalam menyikapi setiap persoalan. Kepala Sekolah cenderung memihak kepada oknum tertentu yang secara tidak langsung memberikan informasi tidak valid tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.
Sadis, kata Afghan sang penyanyi. Kita dapat mengamati dan melihat dengan sangat jelas bagaimana tindakan yang arogan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Sebagai guru kita sedikit tahu tentang psychologi manusia. Bahasa tubuh dan bahasa verbal dari seseorang akan dengan mudah terbaca dengan jelas dari sikap dan perilakunya.
Puncaknya yakni ketika ketidakberdayaan guru atau pendidik dipertaruhkan dalam upacara peringatan hari PGRI. Tanpa memikirkan dampak atau akibat yang akan timbul setelah peristiwa itu kepala Sekolah dengan egoisnya merundung para guru yang dianggap tidak sevisi dengan beliau. Kaget dan tak percaya dengan apa yang didengar dengan apa yang disampaikan oleh sang pemilik lisan. "Lidah tak bertulang, pandai memainkan kata-kata." Begitulah yang terjadi.
Seolah ada pepatah di kalangan guru "Siapa yang memiliki hubungan dekat dengan kepala sekolah akan aman dan nyaman tidak akan tersenggol atau terlempar. Tetapi jika sudah ada setitik noda hitam, jangan harap semuanya akan aman dan nyaman. Jika berbuat baik akan tetap dianggap sebagai oposisi. Masalah sebenarnya simple saja yakni karena perbedaan visi antara kepala sekolah dan beberapa guru yang telah menjadi benih permusuhan.
Di bawah ini adalah curahan hati dari salah seorang teman yang merasa telah terzholimi oleh tindakan kepala sekolah. Nama dan tempat sengaja saya samarkan, karena menyangkut dengan privasi seseorang.
Begini ceritanya...
Mohon maaf sebelumnya Bapak (orang tua yang dianggap bisa membantu memecahkan persoalan kami).
Kami mau minta pertimbangan dari Bapak mengenai tindakan perundungan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kami di momen bersejarah nasional di hari ulang tahun PGRI yang ke 77 di Lapangan upacara sekolah kami.
Kronologisnya
Pada hari Jumad, 25 November 2022, seperti sekolah lain kami pun mengadakan upacara memperingati HUT PGRI yang ke 77 bertempat di halaman sekolah.
Sebagai peserta upacara kami semua mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib bersama dengan para peserta didik.
Namun ketika masuk acara AMANAT PEMBINA UPACARA, sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan terjadi. Di tengah suasana hikmat, haru syahdu dan bahagia secara tiba-tiba Kepala Sekolah membaca 10 besar guru dengan ABSENSI TERBURUK.
Dari 10 besar itu, dipilih lagi 3 orang maju untuk menerima hadiah kebesaran.
Mengapa harus diumumkan saat itu. Alasannya menurut kepala sekolah agar menjadi jadi motivasi dan pembelajaran bagi para guru.
Disaat 3 teman kami tampil ke depan tampak banyak siswa atau peserta didik yang bersorak kegirangan. Antara malu dan terhina bercampur jadi satu.
Bagaimana Bapak pendapatnya tentang hal ini?
Sebagai guru kami selalu menjaga wibawa sebagai orang yang bermoral dan bermartabat. Tetapi tindakan yang dilakukan kepala sekolah telah membuat kami malu dan tak berarti.
Sekedar informasi, bukan mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Sesuai upacara ada beberapa rekan guru yang berinisiatif langsung mencetak rekapan daftar hadir yang dijadikan dasar oleh kepala sekolah.
Kata pertama yang diucapkan adalah kaget dengan hasil cetak tersebut. Dari sekian nama yang dibaca ternyata kepala sekolah sendiri yang memiliki absen tidak hadir terbanyak. Bahkan ada yang lebih buruk dari nama-nama yang dibaca, tetapi karena memiliki kedekatan dengan beliau mereka aman.
Ini bukan masalah absensinya, namun rasa BENCI yang berakar dalam diri kepala sekolah membuat beliau sampai berbuat SARKASME di hari paling berbahagia. Seharusnya pada hari itu kami merasakan bahagia, namun yang terjadi adalah sebaliknya.
Sekedar informasi ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh kepala sekolah.
Sebut saja namanya Ibu Alice seorang guru muda yang energik multitalenta pun harus mengalami perundungan ini.Dengan catatan yang dia sendiri tidak mengerti.
Ketika berdiri di depan terlihat dari gesturenya dia tidak sanggup, tetapi dia berusaha untuk kuat dan berdiri tegak menahan agar benteng airmatanya tidak ruah di tempat itu.
Saat ini kami hanya minta keadilan dari Bapak.
Kalau dibiarkan terus dia akan semakin SARKASME dan semakin memperlakukan kami dengan tidak pantas.
Kami kaget dan terkejut tidak menyangka akan mendapat pembullyian seperti ini.
Selama setahun belakangan tidak pernah ada masalah atau kejadian yang saling bersinggungan. Hubungan kami sebagai atasan atau bawahan, sesama guru terbilang baik-baik saja.
Tersenyum dan tertawa bersama tanpa ada masalah atau konflik.
Bahkan kami tetap mengikuti instruksi untuk mengumpulkan dana untuk peringatan hari-hari besar tertentu. Meskipun kami tahu itu semua ada anggarannya. Bukan karena takut dengan beliau tetapi kami mau hubungan ini baik-baik saja.
Tetapi ternyata, api dendam yang ada di dalam dirinya tidak dapat dihilangkan. Terlebih lagi ada oknum-oknum tertentu yang tidak tahu diri sering memanfaatkan kesempatan untuk menjadi serigala. Menebarkan fitnah seperti Dajjal, hanya untuk menenangkan hati rela mengorbankan dan menjelekkan orang lain. Ini juga alasan mengapa kami kecewa dengan kepala sekolah. Tanpa kroscek terlebih dahulu langsung menelan semua informasi yang diterima. Hingga akhirnya kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Tindakan kepala sekolah yang cenderung memihak kepada orang yang memiliki kedekatan dengannya. Para guru ini bebas melakukan apa saja tanpa merasa takut untuk ditegur.
Masalah disiplin.
Setelah kejadian perundungan esok harinya, kami berbicara dengan Ibu Renata."Mohon maaf, Bu Ren kemarin ke Timor itu, Ibu Kori pergi kegiatan berminggu-minggu di Sika, Pantar, Kolana, Pak Boby, dan lainnya apakah kalian pernah mengajukan ijin tertulis kepada kepala sekolah dan tembusannya ke Korwas?
Tidak kan!
Tapi kami diam,,
Meskipun tidak adil untuk kami,
Tapi kenapa ketika beliau memutuskan seperti ini
Kalian diam,, dimana nuraninya sebagai guru yang memiliki hati yang empati ðŸ˜
Enak eee, hanya tinggal omong saja langsung jalan. Kalau kami, pasti sudah jadi headline news di semua pertemuan kepala sekolah.
Kami bicara begini, bukan karena benci berada di dalam urutan s 10 besar absen terburuk, tetapi ini soal rasa. Seandainya tidak dalam posisi ini kami akan tetap berjuang untuk kawan-kawan guru yang terdzolimi.
Ironis dan sangat ironi sekali Bapak. Ketika melihat postingan yang dibagikan oleh teman-teman dari sekolah lain saat peringatan hari PGRI. Semua siswa memberikan hadiah yang terbaik untuk guru-gurunnya, meskipun itu hanya selembar daun atau rumput yang tumbuh di halaman sekolah. Dengan hadiah yang sederhana saja sudah membuat kami bahagia dan menjadikan itu kado terindah sepanjang masa.
Tetapi di sekolah kami berbanding terbalik. Perhatian dan motivasi yang harus kami dapatkan saat momen spesial berubah menjadi arena perundungan. Ternyata apa yang selama ini terjadi adalah hubungan yang palsu. Kepala sekolah yang sudah buk kami anggap sebagai guru senior saja tetapi sudah lebih sebagai orang tua. Ternyata begitu tega membuka dan mempermalukan kami.. padahal kami tidak berbuat seperti itu.
Sudah terlalu banyak perilaku-perilaku sarkasme yang beliau sematkan kepada kami, tetapi kami berusaha untuk sabar menerimanya.
Kami hanya mohon keadilannya Bapak, kami tidak mau mempunyai pimpinan yang mempunyai sifat sarkasme dan pendendam seperti ini. Tidak nyaman bagi kami untuk harus menjalin kerja sama dengan orang yang otoriter seperti itu.
Berikut Ini daftar ke 8 guru-guru yang absensinya terburuk
1. AV.M, S.Pd
2. US.L, S.Pd
3. R.B.W, S.Pd (Kejur Of)
4. DN, S.Pd (Operator)
5. F, S.Kom
6. M.J.K,S.Pd
7. S.S.A, S. Kom ( Kejur)
8. SL, S.Kom
Demikian curahan hati kami guru yang terdzolimi. Semoga Allah SWT mendengar doa dan harapan kami.
#Rabbaka_Fa_Kabbir.
Mebung, 6 February 2023





0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda