Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih
kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan.
Dengan maksud agar segala unsur peradaban dan
kebudayaan tadi dapat tumbuh dengan sebaik-baiknya.
Dan dapat kita teruskan kepada anak cucu kita yang akan datang.”
~ Ki Hajar Dewantara
Gbr.Doc.Pribadi
Manusia adalah makhluk Tuhan yang diciptakan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Kecuali orang tersebut mengalami gangguan mental dan bermasalah dengan kehidupan sosialnya.
Untuk menciptakan interaksi yang harmonis diperlukan etika atau nilai moral dan norma sebagai pedoman untuk bertindak dan bersikap.
Namun saat ini keadaan tersebut sudah hampir hilang dalam kehidupan kita.
Sebagai seorang pendidik, kita dituntut untuk bisa lebih intens memberikan contoh dan teladan kepada peserta didik bagaimana harus bersikap. Yang hampir terlupakan adalah etika saat kita harus mengucapkan salam ketika bertamu atau berkunjung ke rumah orang. Berani untuk mengucapkan atau meminta maaf jika telah melakukan kesalahan atau kekeliruan. Serta dengan lapang dada mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah menolong atau membantu kita.
Sikap egois terkadang mengalahkan semua kebaikan yang telah kita lakukan. Menganggap diri hebat dan pintar sering menjadi penyebab rusaknya nilai pertemanan dan persaudaraan.
Tidak peduli dengan keadaan dan lingkungan sekitar, meruntuhkan nilai rasa dan warna kebersamaan.
Sekolah merupakan tempat ternyaman setelah rumah bagi para peserta didik. Kita sebagai pendidik dapat menanamkan kembali nilai -nilai etika yang nyaris hilang tergerus oleh perkembangan jaman.
Di dalam "Kurikulum Merdeka" yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) terdapat 3 struktur pembelajaran. Salah satunya adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila merupakan sejumlah karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih peserta didik didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Sebagai peserta didik atau pelajar Indonesia harus memahami berbagai nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Hal ini karena Pancasila adalah ideologi serta dasar negara kita.
Peserta didik yang memiliki profil Pelajar Pancasila adalah pelajar yang terbangun dari enam dimensi pembuatan yakni: (1) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. (2) Mandiri. (3) Bergotong royong. (4) Berkebinekaan Global. (5) Bernalar kritis. (6) Kreatif.
Keenam dimensi ini merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Jika apabila salah satu dimensi dihapus, maka profil ini menjadi tidak bermakna.
Etika merupakan nilai yang melekat pada diri setiap individu yang sangat dibutuhkan dalam bersosialisasi. Hal ini merupakan jembatan penghubung terciptanya kondisi yang harmonis di dalam kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu tanamkan nilai-nilai itu di dalam diri peserta didik. Etika yang baik akan membuat hubungan antar sesama berlangsung baik juga.
Gbr.Doc.Pribadi
Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat di masa depan maka tugas kita sebagai pendidik adalah mampu mendorong dan memotivasi peserta didik menerapkan semua dimensi tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.
Jika ingin menguasai dunia, kuasailah ilmu agama, pengetahuan dan teknologi tetapi jangan lupa etika dan tingkah laku harus dijaga.
Mebung, 02 Februari 2023
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda