TerSENGAT
Sesaat nafasku hampir berhenti. Indra penciumanku mendadak mati rasa dihinggapi aroma tajam berbelerang. Rasanya semua yang ada dalam perutku ini akan segera ke luar untuk ditumpahkan, seperti gunung api yang gelisah ingin menumpahkan lahar dan magmanya. Pandanganku mulai sayup dan mataku tak bisa kukontrol. Otak dan syaraf tidak sinkron lagi.Dan bruuk aku jatuh.
Entah mengapa perasaanku seketika kacau. Aku tak sadar dengan apa yang baru kualami . Aku mencoba untuk mengingat ¹kembali apa yang sudah terjadi. Namun seolah semua energiku terkuras habis. Aku lemah dan tak berdaya lagi.
Kupandangi sekeliling ku dan semua terasa aneh dan asing. Tak ada seorangpun yang kukenal yang bisa untuk diajak bertanya.
Aku mencoba untuk bergerak namun kaki dan tanganku seperti tak bisa digerakkan. Ada sesuatu yang telah menahannya, rasanya seperti terikat namun tidak demikian.
Sayup-sayup terdengar suara helicopter yang terbang menjauhi gedung putih ini. Ah aku di mana???
"Bagaimana kalau kita membawanya ke pusat rehabilitasi di Skype. Saya melihat dia bisa kita gunakan sebagai objek penelitian yang bisa dimanfaatkan untuk research Professor Anteron. "
"Boleh saja, tapi apakah tidak berpengaruh pada sel yang terdapat dalam tubuhnya? Saya melihat struktur tubuh dan sistem pembuluh darahnya berbeda dengan kita. Dia tidak memiliki kapiler darah."
" Tak usah berpikir panjang, kita sudah tahu bahwa proyek ini merupakan penelitian terbesar untuk Turk Manian Sky.
"Tak ada kamus tidak dalam dunia kita ini, mau dirimu jadi pesuruh Domain Ralt seumur hidupmu?"
"Kalau aku jadi kamu saya ingin kembali ke masa normal dulu tanpa dendam dan peperangan, hanya ada persaudaraan dan kasih sayang." Bagaimana kalau kita kembalikan dia ke habitatnya, pasti akan banyak yang merasa kehilangannya?" Sosok angker bermata biru namun hati seluas samudera mulai memandang ke arahku.
"Hei, apa kamu sudah kehilangan melantonin dalam tubuhmu? Bisa bisa kamu akan dilebur bersama para pembangkang di interfanus, si rambut Merah menjawab ketus.
" Ssstttt, ada yang datang. Aku harap kalian harus diam dan lupakan obrolan yang tadi," kata Randall Croff.
Samar-samar aku bisa membaca nama yang tertera di jasnya yang mirip dengan mantel saat musim hujan.
Mr. Randall, Prof Anteron mencarimu ternyata kau ada di sini. Ada yang ingin dibicarakan katanya, beliau menunggumu di hall Arteruim. Aku pamit". Si Pirang yang genit berlalu dengan santainya.
Aku semakin bingung dan tak tahu harus berbuat apa? Beruntung nya bisa memahami bahasa yang mereka gunakan. Mungkin inilah kelebihanku bisa memahami bahasa asing di luar kemampuan orang lain. Kata ibu, aku memiliki IQ yang di luar rata-rata.
Tiba-tiba aku teringat dengan sosok perempuan paruh baya dengan jilbab pashmina yang dililitkan indah di lehernya. Meskipun sudah sedikit berumur, dia sungguh cantik terlihat dari guratan pada wajahnya yang sudah mulai keriput. Ir Calista Moreno, nama perempuan yang telah menghadirkanku ke dunia ini. Seorang peneliti bidang bio teknologi yang tak pernah lupa akan tugas primernya sebagai seorang ibu dan istri. Mempunyai suami yang adalah seorang Profesor Thariq yang bergelut pada bidang kimia telah membuat ikatan mereka semakin sempurna menurutku. Itulah the best couple yang akan jadi panutanku. Di mana mereka sekarang, aku rindu ingin kembali. Aku ingin berbagi cerita hari ini dengan ibu, tentang pengalamanku hari ini. Beliau pasti akan mendengarnya dan akan berkata, "sayang kamu sudah sholat Ashar? Lekas gih sudah hampir sore. Selalu begitu dan berakhir dengan anggukan kepala.
Namun yang terjadi sekarang terasa berbeda. Aku merasa terjebak dalam situasi yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Mataku melihat cahaya itu dan akupun mulai tak sadarkan diri.
Hhhhmmm aroma itu lagi. Dan aku tertidur pulas dengan cara yang elegan.
Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara lengkingan kucing di jendela kamarku. Si Belang menatapku dengan tatapan yang aneh. Segera kuhalau dirinya untuk pergi dan berkata, ternyata cuman mimpi.
Kuraih handuk dan bergegas untuk mandi karena dari pengeras suara Masjid Nurul Haq, Azan Maghrib telah berkumandang.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda